• Bukan Sebatas Pemain sayap, Ini yang Membuat Hakim Ziyech Istimewa di Mata Lampard
    Liga Inggris

    Bukan Sebatas Winger, Ini yang Membuat Hakim Ziyech Istimewa di Mata Lampard

    Bukan Sebatas Winger, Ini yang Membuat Hakim Ziyech Istimewa di Mata Lampard, Hakim Ziyech jadi satu diantara pemain yang sangat mencolok saat Chelsea menaklukkan Krasnodar (4-0) di Liga Champions beberapa lalu. Performnya cukup memberikan kepuasan Frank Lampard.

    Pertandingan melawan Krasnodar tempo hari adalah pertandingan kiprah Ziyech selaku starter semenjak datang di Stamford Bridge beberapa bulan kemarin. Awalnya musimnya pernah terusik sebab luka. Sekarang Ziyech telah sembuh serta nampaknya ia akan jadi satu diantara pemain utama unggulan Lampard. Bekas Ajax Amsterdam ini punyai style main antik, dengan kaki kiri di bidang sayap kanan.

    Berikut yang membuat Ziyech istimewa di mata Lampard. Scroll ke bawah ya

    Bukan sebatas Winger

    Menurut Lampard, Ziyech adalah pemain sayap spesial yang berada di sepak bola Eropa sekarang ini. Pemain berdarah Belanda-Maroko ini bukan hanya lincah serta mengusai dribel, ia juga punyai ketepatan umpan tingkat hebat.

    “Ia tidak hanya pemain sayap yang akan lari melalui beberapa pemain musuh sejauh waktu, walau benar-benar itu permainannya,” kata Lampard di situs sah Chelsea. “Lebih dari itu, ia dapat mendapati sela umpan yang saya pikir adalah kekurangan kami musim kemarin saat bermain menantang team dengan garis pertahanan rendah.”

    “Kita telah melihat sedikit kualitas serta personalitasnya untuk pertandingan melawan Krasnodar tempo hari,” paparnya.

    Umpan Ziyech

    Kehadiran Ziyech di atas lapangan membuat permainan Chelsea lebih memiliki warna serta susah diterka. Ziyech dapat bawa bola serta menyerang sendiri, dapat juga memutar tubuh serta mengorbitkan bola ke segi lapangan yang lain.

    “Style main terima bola lalu mengubah tubuh, bergerak menyerbu, serta mendapati umpan saat sebelum pertahanan musuh siap — itu yang membuat saya semangat menanti permainan Hakim,” lanjut Lampard.

    “Kami punyai Pedro serta Willian musim kemarin. Awalnya kembali kami punyai Eden Hazard. Beberapa pemain semacam itu tidak dapat diganti secara cepat.” “Dengan Hakim, kami punyai kekuatan masukkan pemain dengan kualitas yang paling berlainan dengan yang kami punya beberapa tahun awalnya,” tutupnya.

  • Real Madrid Kritis? Zinedine Zidane Kemungkinan Harus Berguru ke Manuel Pellegrini
    Liga Spanyol

    Real Madrid Kritis? Zinedine Zidane Kemungkinan Harus Berguru ke Manuel Pellegrini

    Real Madrid Kritis? Zinedine Zidane Kemungkinan Harus Berguru ke Manuel Pellegrini, Kemenangannya pada Barcelona seperti satu plester kecil untuk cedera Real Madrid. Kritis mereka rupanya masihlah bersambung serta dapat dibuktikan dengan hasil seimbang yang didapat waktu berjumpa Borussia Monchengladbach untuk Rabu (28/10/2020).

    Sama seperti yang dijumpai, Real Madrid hadapi dengan Monchengladbach dalam pertandingan babak group Liga Champions. Laga yang dilaksanakan di Borussia-Park itu usai dengan posisi seimbang 2-2.

    Madrid hampir kalah di laga kesempatan ini. Mereka pernah kecolongan 2 gol terlebih dahulu yang diboyong Marcus Thuram sebelumnya menyamai score di beberapa menit akhir lewat tindakan Karim Benzema serta Casemiro.

    Sama ini, Real Madrid cuman sanggup kantongi 2 kemenangan dari 5 laga terakhir kalinya di semuanya pertandingan. Terhitung 2 kekalahan berturut-turut atas Cadiz serta Shakhtar Donetsk.

    Cetak 102 Gol

    Zinedine Zidane sebagai pelatih sudah benarkan jika teamnya lagi ada di beberapa momen yang darurat. Entahlah apa dianya tahu jika di tahun 2009 lalu, Madrid pernah merasakan kritis.

    Waktu itu Real Madrid diasuh Manuel Pellegrini. Mereka harus kehilangan Cristiano Ronaldo yang alami luka. Tapi, Los Merengues mampu mengantongi 96 point serta cetak 102 gol walaupun tidak berhasil raih gelar La Liga yang dicapai Barcelona.

    “Sayang ada kesetidakimbangan di tim Real Madrid. Kami memperoleh 96 point serta cetak 102 gol, semua didapat dengan Cristiano luka sepanjang 3 bulan

    Pengin Bertahan Lebih Lama, Tetapi…

    Ronaldo, yang saat ini perkuat Juventus, satu diantara pembuat gol paling banyak dalam riwayat Real Madrid. Pria dari Portugal itu persembahkan 450 gol dari 438 performa sepanjang 9 tahun berkarier di Real Madrid.

    Sayang, perolehan cemerlang itu tidak sanggup selamatkan karier Pellegrini di bangku kepelatihan Los Merengues. Dia cuman bertahan sepanjang 1 musim sebelumnya pada akhirnya berpindah ke Malaga.

    “Saya pengin ada di situ sepanjang 3 atau 4 tahun kembali dan memenangi gelar. Tetapi Tuhan berbicara lain apabila saya berada di Madrid, saya tidak akan berpindah ke Malaga. Keputusan saya rupanya pas,” ujarnya.

    Pellegrini menghias kariernya di Malaga dengan memberi ticket tampil di Liga Champion. Di tahun 2013, dia berpindah ke Manchester City serta persembahkan piala Premier League pada musim pertamanya.

  • Sia-Sia Paksakan Pogba serta Bruno Fernandes Bermain Bersama-sama
    Liga Inggris

    Sia-Sia Paksakan Pogba serta Bruno Fernandes Bermain Bersama-sama

    Sia-Sia Paksakan Pogba serta Bruno Fernandes Bermain Bersama-sama, Legenda Liverpool, Jamie Carragher mulai bicara mengenai formasi baris tengah MU. Dia memandang Setan Merah tidak dapat memaksain Paul Pogba serta Bruno Fernandes bermain bersama-sama.

    Di awal tahun tempo hari, Manchester United memutus beli playmaker baru. Mereka datangkan Bruno Fernandes dari Sporting Lisbon.

    Kehadiran Fernandes ini memunculkan pertanyaan mengenai nasib Paul Pogba. Sebab banyak yang memandang Pogba mempunyai keserupaan status dengan Fernandes.

    Walau kerja sama ke-2 nya telah berjalan nyaris setahun, Carragher memandang ke-2 nya tidak pas bermain bersama-sama. “Fernandes serta Pogba tidak dapat bermain bersama-sama di baris tengah serta mereka tidak pernah berjodoh,” membuka Carragher

    Lebih Pas Fernandes

    Menurut penilaian Carragher, Fernandes serta Pogba ialah sama pemain bertipe nomor 10.

    Jadi untuk sekarang ini mereka tidak dapat dimainkan bersama-sama di MU, di mana dia memandang Fernandes lebih pas isi status itu.

    “Mereka tidak dapat bermain bersama-sama. Saya setuju dengan Gary (Neville) jika Fernandes lebih pas untuk tempati status nomor 10 itu. Jadi untuk saya, Fernandes serta Pogba tidak pernah dapat bermain bersama-sama. ”

    Van de Beek bukan Pilihan

    Selanjutnya, Carragher memberi komentar keadaan Donny van de Beek. Si bek legenda Liverpool itu akui tidak berhasil memahami kenapa MU datangkan si pemain tengah.

    “Sebenarnya saya tidak memahami kenapa mereka (United) datangkan Van de Beek. Saya tidak paham di mana dia akan bermain atau di mana status terbaik di team ini.”

    “Waktu dia masuk, saya berasa dia akan bermain di status nomor 10. Tetapi di status itu ada Fernandes, serta Pogba dapat juga bermain di status itu.” katanya.

    Pertandingan Selanjutnya

    Ole Gunnar Solskjaer harus membuat keputusan besar di tengah-tengah minggu kelak. Dia harus tentukan formasi baris tengah terhebat untuk hadapi RB Leipzig.

  • 3 Catatan Ronald Koeman Selesai El Clasico: Minim Reaksi, Penggantian Telat, serta Belas Kasihan
    Liga Spanyol

    3 Catatan Ronald Koeman Selesai El Clasico: Minim Reaksi, Penggantian Telat, serta Belas Kasihan

    3 Catatan Ronald Koeman Selesai El Clasico: Minim Reaksi, Penggantian Telat, serta Belas Kasihan, Barcelona jadi faksi yang keluar lapangan dengan kepala menunduk di El Clasico menantang Real Madrid. Si pelatih, Ronald Koeman, punyai banyak catatan atas aksinya selama ini.

    Sudah diketahui, pertandingan El Clasico edisi pertama kali musim 2020/2021 barusan diadakan. Barcelona melayani Real Madrid di Camp Nou ke Sabtu (24/10/2020) pagi hari WIB.

    Pertandingan minggu ke-7 La Liga itu berjalan antiklimaks untuk tuan-rumah. Mereka ketinggalan terlebih dahulu di menit kelima dari tindakan Fede Valverde. Tetapi, sanggup menyamai score dari gol Ansu Fati di menit kedelapan.

    Barcelona pada akhirnya kalah dari score 1-3. 3 Catatan Ronald Mereka tidak berhasil membendung tindakan Sergio Ramos. Kapten Real Madrid itu cetak gol dari titik putih di menit 63. Gol ke-3 Real Madrid diciptakan Cedera Modric di menit akhir set ke-2 .

    Ronald Koeman Minim Reaksi serta Mengharap Belas Kasihan

    Penalti Sergio Ramos di menit ke-63 jadi peristiwa yang perlu di pertandingan El Clasico. Real Madrid balik unggul serta dengan psikis ada di atas angin. Barcelona dalam desakan serta kalut karena kejadian itu. Koresponden Marca, Nacho Regalado, menyesalkan sikap Ronald Koeman saat peristiwa itu. Koeman dipandang minim reaksi. Tidak ada perombakan strategi serta pendekatan permainan yang dilaksanakan pelatih dari Belanda itu.

    “Tidak ada reaksi, mereka tergantung ke belas kasihan musuh mereka serta Koeman berusaha untuk bereaksi. Tidak ada perombakan strategi,” bahas Regalado diambil dari Marca. Koeman pada akhirnya baru menukar pemain di menit ke-81. 3 pemain sekalian ditempatkan yaitu Antoine Griezmann, Trincao, serta Ousmane Dembele. Reaksi yang terlambat dari Koeman yang nampak mulai cemas.

    Koeman menukar Jordil Alba dengan Martin Braithwaite di menit ke-87. “Alba terlihat capek selesai luka yang membuat harus mangkir sepanjang 3 minggu,” ucap Regalado.

    Keadaan yang Susah

    Regalado memandang Barcelona serta Ronald Koeman ini ada pada kondisi susah. Mereka pernah tampil janjikan pada awal musim, tapi kekalahannya dengan Real Madrid jadi satu sinyal jelek untuk club asal Catalan.

    “Permainan mereka belum lebih baik dari musim kemarin, musim yang usai tiada piala. Disamping itu, mereka akan menghadiri Juventus di hari Kamis (26/10/2020) tiada Gerard Pique serta peluang kembalinya Cristiano Ronaldo,” ucap Regalado. “Ini keadaan yang susah untuk Ronald Koeman, yang perlu bereaksi sebelumnya telat serta sebelumnya tidak ada kesempatan untuk memenangi gelar,” tutup Regalado.

  • Bekuk Genoa, Antonio Conte Acungi Jempol Permainan Inter Milan
    Liga Italia

    Bekuk Genoa, Antonio Conte Acungi Jempol Permainan Inter Milan

    Bekuk Genoa, Antonio Conte Acungi Jempol Permainan Inter Milan, Manager Inter Milan, Antonio Conte berasa senang dengan kemenangan teamnya melawan Genoa. Conte menyebutkan Inter benar-benar pantas keluar selaku juara di pertandingan ini sebab bermain dengan bagus di seluruhnya baris.

    Di laga Giornata ke-5 ini, Inter Milan harus menghadiri tempat Genoa. Walau difavoritkan, Inter Milan dibikin frustrasi sama Genoa yang bertahan meeting semenjak awalnya pertandingan.

    Tetapi angin perombakan tiba di set ke-2 . Antonio Conte Acungi Jempol Inter Milan sukses cetak 2 gol ke gawang Il Griffone karena gol Romelu Lukaku serta Danilo D’Ambrosio.

    Conte akui senang dapat menuai kemenangan di pertandingan ini. “Kami mengatur laga semenjak awalnya pertandingan, serta kadang anda langsung dapat cetak gol serta kadang anda harus menanti,” membuka Conte ke Sky Sports Italia.

    Pertahanan Impresif

    Conte kesempatan kali ini memuji spesial untuk beberapa bek Inter Milan. Dia memandang pertahanan Inter benar-benar kuat hingga mereka menguasai menantang Genoa.

    “Menantang Borussia Monchengladbach, statistik memperlihatkan jika kami cuman biarkan mereka membuat 2 shooting pas target, di mana diantaranya berlangsung sebab kami salah umpan.”

    “Ini hari kami tidak biarkan team musuh membuat shooting pas target, serta kami membuat clean sheets.”

    Kesetimbangan Team

    Conte memandang jika musim ini, Inter Milan mempunyai kesetimbangan team yang bagus.

    “Team ini mengenali secara baik apa sebagai kemampuan kami. Ini hari kami bermain dengan optimis.”

    “Saat kami cuman kecolongan 3 gol dari 3 kesempatan saja, itu bermakna jika team ini mempunyai kesetimbangan. Kecolongan itu cuman adalah kekeliruan saja.” katanya.

    Pertandingan Selanjutnya

    Inter Milan kembali lagi menyiapkan diri untuk laga Liga Champions di tengah-tengah minggu kelak. Mereka akan Shakhtar Donetsk di tengah-tengah minggu kelak.

  • Pelatih Leicester City Bantu Keputusan Mikel Arteta 'Mendepak' Mesut Ozil
    Liga 1,  Liga Inggris

    Pelatih Leicester City Bantu Keputusan Mikel Arteta ‘Mendepak’ Mesut Ozil

    Pelatih Leicester City Bantu Keputusan Mikel Arteta ‘Mendepak’ Mesut Ozil, Beberapa orang menyorot pelatih Arsenal, Mikel Arteta, atas ketetapannya menendang Mesut Ozil dari tim. Meski begitu, Brendan Rodgers sebagai pelatih Leicester City memberikan dukungan opsi itu.

    Sama seperti yang dijumpai, Arteta tidak masukkan nama Ozil dalam tim untuk melalui pertandingan Premier League musim 2020/21 ini. Keputusan Mikel Arteta Cara yang juga sama dilaksanakan waktu tentukan tim untuk panggung Liga Europa.

    Dengan demikian, bisa ditanggung jika peluang bermain untuk Ozil musim ini akan benar-benar minim. Terkecuali jika si pelatih mendadak berbeda pemikiran serta masukkan namanya waktu registrasi tim Liga Europa kembali lagi dibuka.

    Learn more
    Saat keputusan itu diambil, Arteta banyak memperoleh sorotan dari beberapa kelompok. Banyak yang memandang jika club berjulukan the Gunners sedang kekurangan kreasi, yang dapat dihidangkan sama Ozil.

    Semua Mengenai Team
    Selanjutnya, permainan satu team tidak tergantung ke 1 pemain saja. Pelatih harus mempertaruhkan 1 nama bila dirasanya mempunyai potensi membuat kesetidakimbangan dalam permainan.

    “Ozil punyai bakat yang mengagumkan serta benar-benar kreatif, pastinya. Ia dapat membuat operan terobosan paling akhir itu, tetapi semua mengenai team,” lebih pria yang sempat latih Liverpool itu.

    “Ini masalah memasangkan kualitas pribadi pemain ke team apabila anda berasa si pemain tidak dapat mendesak atau mungkin tidak pengin, itu akan memengaruhi susunan serangan serta pertahanan anda.”

    “Bila ada seseorang yang tidak lakukan pekerjaannya, karena itu anda dapat menanggung derita. Ia punyai bakat, tetapi, bertepatan dengan bakat, anda pun harus jadi pemain berbakat yang kerja keras,” ujarnya

  • Max Allegri Membuntuti, Lampard Disuruh Tidak Mainkan Kepa Kembali
    Liga Inggris

    Max Allegri Membuntuti, Lampard Disuruh Tidak Mainkan Kepa Kembali

    Max Allegri Membuntuti, Lampard Disuruh Tidak Mainkan Kepa Kembali, Frank Lampard disuruh lebih waspada dalam ambil tiap keputusan untuk Chelsea musim ini. Max Allegri Membuntuti Kerjanya ditaruhkan, Lampard semestinya tahu Roman Abramovich suka mengeluarkan pelatih.

    Salah satunya keputusan yang perlu jadi perhatian Lampard berada di pos kiper, dalam nama Kepa Arrizabalaga. Ya, penjaga gawang paling mahal di dunia ini malah tampil jauh di bawah harapan sampai saat ini. Kepa rajin membuat blunder, dinilai keras, serta saat ini seringkali dicadangkan Lampard. Walau terlihat kejam, tetapi menyimpan Kepa perlu serta harus dilaksanakan Lampard. Minimal itu pandangan Darren Bent, riset Premier League. Baca sedetailnya berikut ini ya

    Jangan mainkan Kepa

    Menurut Bent, Lampard harus ambil tiap keputusan dengan pahami jika kerjanya ditaruhkan, terutamanya masalah Kepa ini. Kepa dapat dibuktikan lagi membuat blunder, walau sebenarnya berkali-kali memperoleh peluang. Lampard masih memperlihatkan suport, tetapi Bent berasa Lampard harus lebih keras kembali.

    “Setiap saat bermain Kepa membuat kekeliruan, ia membuat team kecolongan serta kehilangan point,” membuka Bent. “Bila Anda mainkan penjaga gawang yang tetap membuat kekeliruan, membuat team kehilangan point, Anda jangan lagi melakukan.” “Ia [Kepa] kemungkinan dapat membuat Frank Lampard kehilangan pekerjaan sebab sedikit mencetak kemenangan.”

    Allegri membuntuti

    Anjuran Bent seharusnya didengar Lampard secara baik. Masalahnya ada isu jika Roman Abramovich sudah mengincar Massimiliano Allegri jadi pelatih baru bila Lampard tidak berhasil keseluruhan. Bagaimana tidak, Chelsea telah keluarkan uang banyak di bursa transfer tempo hari. Berbelanja besar ini berpengaruh di harapan yang semakin tinggi, Lampard jangan menyebalkan.

    Ada Allegri dalam perincian barisan, dengan status free agent semenjak tinggalkan Juventus sekian tahun kemarin. Allegri jelas lebih eksper dari Lampard serta dapat dibuktikan dapat persembahkan piala.

  • Dahulu Punyai Cech-Terry-Carvalho, Saat ini Pertahanan Chelsea Kok Ini?
    Info Sepakbola,  Liga Inggris

    Dahulu Punyai Cech-Terry-Carvalho, Saat ini Pertahanan Chelsea Kok Ini?

    Dahulu Punyai Cech-Terry-Carvalho, Saat ini Pertahanan Chelsea Kok Ini?, Baris pertahanan tetap menjadi titik loyo Chelsea musim ini. Permasalahan ini telah ada semenjak musim kemarin, serta Frank Lampard tidak dapat mengakhirinya sampai saat ini.

    Chelsea punyai baris serang kuat, gampang cetak banyak gol. Tetapi, di ujung lapangan yang lain, pertahanan mereka juga gampang biarkan musuh cetak gol. Lampard mengaku permasalahan ini, bahkan juga tidak coba menyanggahnya. Dahulu Punyai Cech-Terry-Carvalho Ia cuman berasa teamnya perlu waktu untuk capai tingkat terhebat, pramusim tempo hari begitu singkat, ada beberapa pemain baru. Baca sedetailnya berikut ini ya, Bolaneters!

    Lain dengan dahulu

    Permasalahan Chelsea di baris belakang terdiri rata. Ada penjaga gawang yang tetap menyebalkan, ada juga bek-bek tengah yang tidak berhasil penuhi harapan. Keadaan ini juga dilihat oleh bekas penjaga gawang Chelsea, Rob Green. Untuknya, Chelsea terlambat sedikit mengetahui pentingnya beri kesegaran baris belakang. Saat ini Chelsea susah raih clean sheets, serta dengan gampang biarkan musuh menyamai posisi. Mengakhiri permasalahan ini perlu waktu lumayan lama.

    “Mereka sedang meleset sekarang ini kan? Mereka telah datangkan Frank Lampard, Petr Cech, serta figur senior lain untuk hidupkan kembali lagi lingkungan itu,” membuka Green ke Sky Sports. “Untuk kembalikan atmosfer club seperti yang lalu.”

    Stabilitas

    Permasalahan pertahanan Chelsea nampak jelas akhir minggu kemarin. Mereka ditahan seimbang Southampton 3-3 sebelumnya setelah pernah unggul 2-0. Menurut Green, bila Chelsea pengin hidupkan kembali lagi baris belakang seperti zaman Petr Cech, John Terry, serta Ricardo Carvalho, kuncinya ada di landasan yang kuat.

    “Saya anggap itu semuanya wajib dibuat di landasan kompak beberapa pemain yang stabil. Stabilitas 4 bek atau penjaga gawang, dalam Petr Cech, John Terry, serta Ricardo Carvalho,” sambung Green. “Mereka coba hidupkan kembali lagi baris belakang semacam itu, mereka coba menerangkannya di beberapa pemain. Tetapi, itu tidak mungkin tiada landasan yang kompak,” tutupnya.

  • Juventus Tidak berhasil Menang, Morata Hanya Dapat Menyesal
    Liga Italia

    Juventus Tidak berhasil Menang, Morata Hanya Dapat Menyesal

    Juventus Tidak berhasil Menang, Morata Hanya Dapat Menyesal, Juventus tidak berhasil mencetak kemenangan waktu hadapi Crotone. Alvaro Morata cuman dapat menyesali hasil yang dicapai teamnya itu. Bianconeri bertemu Crotone di minggu ke-4 Serie A. Pertandingan di Stadio Ezio Scidaitu usai seimbang 1-1. Juventus Tidak berhasil Menang

    Team tuan-rumah sanggup unggul lebih dulu lewat penalti Simeon Tochukwu di menit keduabelas. Tetapi, Juventus sanggup menyamai posisi lewat Alvaro Morata pada menit ke-21. Dalam laga itu, Juventus harus bermain dengan 10 pemain semenjak menit ke-60. Federico Chiesa mendapatkan kartu merah sesudah mencapai kaki pemain tengah Crotone Luca Cigarini. Ini adalah yang ke-2 berturut-turut Juventus bermain dengan 10 orang. Awalnya Adrien Rabiot mendapatkan kartu merah saat Juventus bermain 2-2 melawan AS Roma.

    Penyesalan Morata

    Morata menyesali ketidakberhasilan teamnya raih point penuh dalam laga kesempatan ini. Tetapi, dia memperingatkan beberapa rekannya supaya terus kerja keras untuk raih hasil yang lebih bagus. “Kami menyesal kembali lagi bermain dengan 10 pemain untuk laga ke-2 beruntun serta tidak berhasil menang: kami harus ke lapangan dengan determinasi,” kata Morata di website sah club.

    “Ini ialah masa yang susah untuk seluruh orang, untuk sepakbola serta kehidupan pada umumnya: tapi kami ada pada awal musim, yang penting ialah terus kerja serta bergerak maju.”

    Gol Offside

    Alvaro Morata sebetulnya pernah cetak gol pada menit 76 sesudah manfaatkan umpan masak Juan Cuadrado. Tetapi, gol itu dibatalkan wasit sebab dalam siaran VAR Morata terlebih dahulu offside. “Gol saya yang offside? Sepakbola itu semacam ini, beberapa cm mengganti permainan. Tetapi kami ialah team yang luar biasa serta group yang cantik, kami terus kerja untuk capai arah kami,” pungkasnya.

  • Man of the Match Real Madrid versus Cadiz: Alvaro Negredo
    Liga Spanyol

    Man of the Match Real Madrid versus Cadiz: Alvaro Negredo

    Man of the Match Real Madrid versus Cadiz: Alvaro Negredo, Redaksi memutuskan Alvaro Negredo untuk man of the match laga Real Madrid versus Cadiz. Laga ini adalah laga jornada ke enam La Liga. Di pertandingan ini, Real Madrid mempunyai potensi melanggengkan supremasi mereka di La Liga.

    Dengan status untuk tuan-rumah, Real Madrid melayani Cadiz. El Real memang makin difavoritkan hadapi team promo itu. Tetapi faktanya, Madrid dibikin menyerah oleh Cadiz. Team promo itu cukup membuat 1 gol untuk menggulingkan si juara bertahan. Dibalik kemenangan Cadiz ini, memutuskan Alvaro Negredo untuk man of the match laga ini. Mengapa begitu? Baca penuturannya berikut ini.

    Andil Penuh

    Fakta kenapa Redaksi memutuskan Alvaro Negredo jadi man of the match laga ini sebab andilnya sejauh laga. Memang di pertandingan ini, si pembuat gol kemenangan Cadiz ialah Anthony Lozano. Sesaat Negredo ialah figur yang membuat assist.

    Tetapi Lozano cuman bermain 45 menit sebab dia alami luka, sesaat Negredo bermain penuh serta mampu pimpin baris serang Cadiz untuk menghantui pertahanan Madrid. Maka bila disaksikan keseluruhannya, Negredo makin pantas memiliki man of the match laga ini.

    Statistik Bagus

    Walau tidak cetak gol, tetapi statis Negredo di pertandingan ini cukup mengagumkan. Diambil dari Whoscored, si penyerang tertulis melepas 4 shooting sejauh pertandingan, di mana diantaranya pas target. Dia kuat pada udara, di mana dia memenangi 11 tanding udara, jadi dia memang memberi andil yang bagus untuk kemenangan Cadiz.

    Naik Rangking

    3 point yang diambil di tempat Real Madrid ini bermakna besar untuk Cadiz. Klausalnya mereka sekarang sukses duduk di rangking 2 klassemen sesaat La Liga.