Lukaku Tidak Diberlakukan Adil Saat di Manchester United, Setuju?

Lukaku Tidak Diberlakukan Adil Saat di Manchester United, Setuju?

Lukaku Tidak Diberlakukan Adil Saat di Manchester United, Setuju?, Roberto Martinez jadi salah satunya figur yang suka menyaksikan Romelu Lukaku kembali bangkit. Bos Tim nasional Belgia itu berasa jika anak asuhannya tidak diberlakukan secara adil waktu perkuat Manchester United.

Sama seperti yang dijumpai, Lukaku pernah berseragam merah kebanggaan Manchester United sepanjang dua musim, terhitung dari tahun 2017 sampai 2019. Perolehannya saat di Old Trafford tidak dapat disebutkan jelek.

Lukaku sukses kantongi keseluruhan 42 gol dari 96 performa di seluruh persaingan. 15 golnya didapat pada musim paling akhir saat sebelum memilih untuk keluar. Dan pada musim itu, Lukaku memperoleh banyak gunjingan.

Kritik terus-menerus menghajarnya. Dia dipandang seperti salah satunya biang keladi atas catatan jelek yang dicapai oleh Manchester United. Kritik itu baru stop sesudah Lukaku memutus berpindah ke Inter Milan.

Diberlakukan Secara Tidak Adil

Tidak seperti banyak orang, Martinez benar-benar tidak sangsi dengan kualitas striker berumur 27 tahun itu. Malahan kebalikannya, dia memandang jika khalayak perlakukan anak asuhannya itu secara tidak adil.

“Anda dapat menyaksikan ia lewat banyak babak, peristiwa yang bagus, yang jelek, tetapi apa yang saya saksikan dari Romelu ialah ia tak pernah kehilangan mutunya yang mengagumkan yaitu cetak gol,” tutur Martinez.

“Saat ini kita dapat saksikan kedewasaan dalam permainannya. Waktu ia di Manchester United, ia benar-benar pengin raih piala dan menanggung banyak tanggung jawab di bahunya, kemungkinan kerap banyak dituding secara tidak adil di mata saya.”

Capai Pucuk Kedewasaan

Lukaku tergabung dengan Inter Milan di tahun 2019 kemarin. Dapat disebutkan, jika ia adalah factor kenapa Nerazzurri dapat finish di rangking kedua klassemen akhir Serie A dengan beda satu point dari si juara, Juventus.

Pada musim pertamanya, Lukaku sukses menyembahkan keseluruhan 34 gol dari 51 performanya. Stabilitasnya dalam membobol gawang musuh tidak menyusut, di mana dianya telah cetak tujuh gol dari 7 performa musim ini.

“Berpindah ke Italia, ia ada di tengah-tengah project baru, ia sudah ambil tanggung jawab itu dan kesusahan yang ia alami saat di Inggris secara baik. Pemain yang kami saksikan saat ini ialah pemain yang ada di pucuk kedewasaannya,” tutup Martinez.

Dengan perform gemilangnya, Lukaku dipercaya akan kembali lagi di turunkan waktu Inter Milan jalani pertandingan kelanjutan Serie A akhir minggu ini. Club bimbingan Antonio Conte itu akan berjumpa dengan Torino di basisnya, Giuseppe Meazza.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *